Jumat, 28 November 2008

KEBERHASILAN MURID = KEBERHASILAN GURU ?

Dalam Wikipedia, Guru adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru-guru seperti ini harus mempunyai semacam kualifikasi formal. Dalam definisi yang lebih luas, setiap orang yang mengajarkan suatu hal yang baru dapat juga dianggap seorang guru.


PERAN GURU DALAM PROSES PENDIDIKAN

Peran Guru di sekolah sangat berpengaruh pada efektivitas dan efesiensi proses belajar individu. Abin Syamsuddin (2003) mengemukakan, dalam pengertian pendidikan secara luas, seorang guru yang ideal seyogyanya dapat berperan sebagai :
  1. Konservator (pemelihara) sistem nilai yang merupakan sumber norma kedewasaan;
  2. Inovator (pengembang) sistem nilai ilmu pengetahuan;
  3. Transmitor (penerus) sistem-sistem nilai tersebut kepada peserta didik;
  4. Transformator (penterjemah) sistem-sistem nilai tersebut melalui penjelmaan dalam pribadinya dan perilakunya, dalam proses interaksi dengan sasaran didik;
  5. Organisator (penyelenggara) terciptanya proses edukatif yang dapat dipertanggungjawabkan, baik secara formal (kepada pihak yang mengangkat dan menugaskannya) maupun secara moral (kepada sasaran didik, serta Tuhan yang menciptakannya).

Disisi lain, Moh. Surya (1997) mengemukakan tentang peranan guru di sekolah, keluarga dan masyarakat sebagai berikut :

  • Di sekolah, guru berperan sebagai perancang pembelajaran, pengelola pembelajaran, penilai hasil pembelajaran peserta didik, pengarah pembelajaran dan pembimbing peserta didik.
  • Dalam keluarga, guru berperan sebagai pendidik dalam keluarga (family educator).
  • Di masyarakat, guru berperan sebagai pembina masyarakat (social developer), penemu masyarakat (social inovator), dan agen masyarakat (social agent).

Dalam hubungannya dengan aktivitas pembelajaran dan administrasi pendidikan, guru berperan sebagai :

  • Pengambil inisiatif, pengarah, dan penilai pendidikan;
  • Wakil masyarakat di sekolah, artinya guru berperan sebagai pembawa suara dan kepentingan masyarakat dalam pendidikan;
  • Seorang pakar dalam bidangnya, yaitu menguasai bahan yang harus diajarkannya;
  • Penegak disiplin, yaitu guru harus menjaga agar para peserta didik melaksanakan disiplin;
  • Pelaksana administrasi pendidikan, yaitu guru bertanggung jawab agar pendidikan dapat berlangsung dengan baik;
  • Pemimpin generasi muda, artinya guru bertanggung jawab untuk mengarahkan perkembangan peserta didik sebagai generasi muda yang akan menjadi pewaris masa depan; dan
  • Penterjemah kepada masyarakat, yaitu guru berperan untuk menyampaikan berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat.

Di pandang dari segi diri-pribadinya (self oriented), seorang guru berperan sebagai :

  • Pekerja sosial (social worker), yaitu seorang yang harus memberikan pelayanan kepada masyarakat;
  • Pelajar dan ilmuwan, yaitu seorang yang harus senantiasa belajar secara terus menerus untuk mengembangkan penguasaan keilmuannya;
  • Orang tua, artinya guru adalah wakil orang tua peserta didik bagi setiap peserta didik di sekolah;
  • Model keteladanan, artinya guru adalah model perilaku yang harus dicontoh oleh mpara peserta didik; dan
  • Pemberi keselamatan bagi setiap peserta didik. Peserta didik diharapkan akan merasa aman berada dalam didikan gurunya.

Sementara itu, Sudarwan Danim (2002) mengemukan dua peran utama guru dalam pembelajaran yaitu menciptakan keteraturan (establishing order) dan memfasilitasi proses belajar (facilitating learning).

Keteraturan mencakup hal-hal yang berkaitan baik secara langsung maupun tidak langsung dengan proses pembelajaran, seperti misalnya, tata letak tempat duduk, mendisiplinkan peserta didik di kelas, interaksi peserta didik baik sesamanya maupun dengan guru, pengaturan jam belajar, pengelolaan sumber belajar, pengelolaan bahan belajar, prosedur dan sistem yang mendukung proses pembelajaran, lingkungan belajar, dan lain-lain.

Sejalan dengan perkembangan jaman, dimana persaingan global semakin terbuka, peran dan tanggung jawab guru tentunya semakin besar. dengan demikian, Guru dituntut untuk senantiasa melakukan berbagai peningkatan kemampuan profesionalnya.

Sejalan pula dengan berkembangnya teknologi informasi yang demikian mudah untuk di akses oleh berbagai kalangan, Guru tidak lagi menjadi satu-satunya orang yang paling "well informed" terhadap berbagai informasi dan pengetahuan yang sedang tumbuh, berkembang, berinteraksi dengan manusia di bumi ini. Guru bukan satu-satunya orang yang lebih pandai di tengah-tengah peserta didiknya. Jika guru tidak memahami mekanisme dan pola penyebaran informasi yang demikian cepat, ia akan terpuruk secara profesional. Kalau hal ini terjadi, ia akan kehilangan kepercayaan baik dari peserta didik, orang tua maupun masyarakat.

Berdasarkan uraian diatas, saya berpendapat bahwa Guru di sekolah bukanlah satu-satunya yang mempengaruhi keberhasilan seorang peserta didik (murid). Dasar pemikirannya adalah :

  1. Guru disekolah terbatas pada lingkungan sekolah dan materi-materi yang terstruktur sesuai dengan standar pendidikan formal yang berlaku.
  2. Waktu belajar siswa (peserta didik) lebih banyak diluar lingkungan sekolah, seperti : di lingkungan keluarga, masyarakat, dan komunitasnya.
  3. Perkembangan teknologi komunikasi global seperti Internet yang memuat berbagai macam ilmu pengetahuan yang memungkinkan seorang siswa / peserta didik dapat dengan mudah memperoleh ilmu pengetahuan lain yang sesuai dengan minatnya yang terkadang tidak diperolehnya di sekolah.
  4. Berinteraksi lebih banyak dengan komunitas minatnya, sehingga semakin memperdalam pengetahuan.

Namun demikian, saya juga berpendapat bahwa Guru di Sekolah merupakan "Hero" dalam setiap jiwa. Guru yang telah membukakan pintu pengetahuan sebagai bekal untuk kita dalam memperdalam ilmu dan pengetahuan sesuai dengan minat masing-masing.

Guru yang sejati adalah guru yang tak pernah meminta lebih dari peserta didiknya, hal ini terbukti misalnya ketika orang yang pernah menjadi muridnya berhasil menjadi orang nomor satu di Indonesia, sang guru hanya memiliki perasaan bangga meski mungkin "sang murid" sudah tak ingat lagi akan dirinya...

Terimakasih Guru akan pengabdianmu mengantarkan aku ke gerbang ilmu pengetahuan...

Tidak ada komentar: